Humanity & Inclusion dan FWD Group Menandatangani Perjanjian Kerja Sama untuk Membantu Anak Muda Penyandang Disabilitas di Indonesia dan Filipina Mendapatkan Kesempatan Kerja

Humanity & Inclusion (sebelumnya dikenal dengan nama Handicap International) dan FWD Group mengumumkan kemitraan untuk membantu anak muda penyandang disabilitas di Indonesia dan Filipina dengan meningkatkan akses mereka terhadap peluang pekerjaan dan berwirausaha


Singapura/Hong Kong, 25 Mei 2018 – Humanity & Inclusion (sebelumnya dikenal dengan nama Handicap International) dan FWD Group mengumumkan kemitraan untuk membantu anak muda penyandang disabilitas di Indonesia dan Filipina dengan meningkatkan akses mereka terhadap peluang pekerjaan dan berwirausaha. Kerja sama ini merupakan bagian dari program Community Care FWD Group yang bertujuan untuk mengadvokasi kesempatan yang sama dan memberdayakan para penyandang disabilitas di Asia.

Investasi FWD Group akan membantu Humanity & Inclusion untuk melatih sedikitnya 380 anak muda penyandang disabilitas di Indonesia dan Filipina dalam membantu mereka mendapatkan kesempatan kerja atau berwirausaha. Hal ini termasuk:

  • Dukungan kepada anak muda penyandang disabilitas serta penilaian atas kebutuhan, kapasitas dan minat mereka;
  • Akses yang lebih baik kepada fasilitas kesehatan dan rehabilitasi serta layanan sosial;
  • Kegiatan peningkatan kapasitas seperti pelatihan soft skill dan pengembangan keterampilan;
  • Dukungan kepada anak muda penyandang disabilitas dalam membangun atau memperkuat usaha mikro mereka sendiri.

Humanity & Inclusion juga akan bekerja sama dengan perusahan terpilih – termasuk FWD Group – di dua negara yang dituju untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan mereka dalam mempekerjakan penyandang disabilitas.


Regional Program Director Humanity & Inclusion Reiza Dejito mengatakan, “Untuk meningkatkan perekonomian di negara berkembang, kita harus berinvestasi kepada anak muda, namun seringnya para penyandang disabilitas dipandang sebelah mata dalam kesempatan kerja dan berwirausaha. FWD Group dan Humanity & Inclusion berusaha untuk mendukung anak muda penyandang disabilitas di Asia dan membantu mereka agar mendapatkan kesempatan yang sama dalam meningkatkan kehidupan mereka agar setara dengan sebaya mereka yang bukan penyandang disabilitas.”


Chief Executive Officer FWD Group Huynh Thanh Phong menambahkan, “Di FWD, kami percaya pentingnya berkontribusi dan membantu menciptakan perubahan bagi komunitas yang membutuhkan. Kami terinspirasi oleh pekerjaan Humanity & Inclusion di seluruh dunia yang dianugerahi Nobel Perdamaian yang memberikan perubahan pada para penyandang disabilitas dan ingin menerapkan program yang serupa di Asia. Kerja sama kami dengan Humanity & Inclusion memperkuat komitmen kami untuk memberdayakan para penyandang disabilitas di Asia, dan bersama-sama, kami berharap dapat membangun masa depan yang lebih baik bagi komunitas ini.”


15% orang di dunia hidup dengan disabilitas[1]. Di Asia Pasifik, International Labour Organisation (ILO) memperkirakan ada 370 juta orang dengan disabilitas, di mana sekitar 65% berada di usia kerja. Meski demikian, lebih dari 80% penyandang disabilitas di Asia Pasifik tidak memiliki pekerjaan di wilayah tersebut. Di Filipina, data menunjukkan bahwa 13%[2] populasi di negara tersebut hidup dengan disabilitas. Hanya sekitar 10%[3] dari penyandang disabilitas memiliki pekerjaan tetap, dengan sektor publik menyediakan sebagian besar peluang karir. Sementara di Indonesia, 11%[4] dari populasi nasional menyandang disabilitas ringan hingga berat. ILO memperkirakan lebih dari 74% penyandang disabilitas di Indonesia –  sekitar 13 juta orang – tidak memiliki pekerjaan.


Program Community Care FWD Group merupakan bagian dari komitmen Perusahaan untuk aktif terlibat dalam membantu mencapai United Nations Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Goal 10 yang menargetkan “Pengurangan Kesenjangan” dan Goal 8 yang menargetkan “Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi”. Melalui kerja sama dengan organisasi seperti Humanity & Inclusion, FWD Group bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup para penyadang disabilitas di Asia dengan mempromosikan inklusi dan meningkatkan akses ke rehabilitasi dan pelatihan keterampilan. Dengan inisiatif ini, diharapkan akan tercipta perubahan positif dan pemberdayaan ekonomi untuk para penyandang disabilitas dan komunitas.


Sejalan dengan program Community Care yang baru, FWD juga telah memperbarui kebijakan investasi yang bertanggung jawab untuk mengecualikan investasi langsung pada perusahaan yang terlibat dengan produksi senjata kontroversial. Kebijakan ini mengamanatkan FWD Group dan anak perusahaannya tidak akan secara sadar melakukan investasi langsung pada perusahaan yang memproduksi senjata seperti bom tandan, ranjau anti-personil, senjata uranium, senjata biologi dan kimia.



[2] Rapid Assessment of Disability in the Philippines: Understanding Prevalence, Well-Being, and Access to the Community for People with Disabilities to Inform the W-Dare Project. [LINK]

[3] Philippines National Statistics Office and the Asian Development Bank (2005). Poverty in the Philippines: Income, Assets, and Access. [LINK]

[4] Demography Institute, Economics Faculty, University of Indonesia (2014). Persons with Disabilities in Indonesia. [LINK]