Dukung OJK Tingkatkan Literasi Keuangan, PT Finansial Wiramitra Danadyaksa Hadirkan Program “Bebas Berbagi”

JAKARTA, 25 April 2015 – Sebagai perusahaan asuransi jiwa di Indonesia, PT Finansial Wiramitra Danadyaksa memiliki komitmen untuk membantu pemerintah meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia dengan menghadirkan program bernama “Bebas Berbagi”. Sejalan dengan program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tertuang di dalam Cetak Biru Nasional Literasi Keuangan Indonesia, pada tahun 2015 ini, “Bebas Berbagi” akan fokus untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya manajemen keuangan dan manajemen bisnis dasar untuk masyarakat khususnya bagi wanita Indonesia, kaum muda dan pengusaha kecil menengah.

Program “Bebas Berbagi” merupakan langkah nyata kontribusi perusahaan untuk mendukung OJK dalam meningkatkan literasi keuangan. Menurut data OJK, pemahaman masyarakat Indonesia terhadap sistem keuangan moderen masih rendah. Hal itu tercermin dari hasil Survei Nasional Literasi Keuangan yang dilakukan oleh OJK pada tahun 2013 yang menunjukkan bahwa hanya 21,84 persen dari penduduk Indonesia yang sudah terkategori well literate.1

Benjamin Handradjasa, Chief Marketing Officer PT Finansial Wiramitra Danadyaksa mengatakan bahwa sebagai pelaku industri keuangan non-bank perusahaan memiliki tugas untuk membantu pemerintah menciptakan masyarakat yang melek keuangan. Hal ini dilakukan dengan memberikan edukasi mengenai pentingnya manajemen keuangan dan bisnis untuk membangun fondasi bisnis yang kuat, sehingga mereka mampu menjalankan dan mengembangkan bisnis yang berkelanjutan dan pada akhirnya dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia.

“Fokus dari program “Bebas Berbagi” pada tahun 2015 ini adalah ibu rumah tangga yang memiliki bisnis (mompreneur), kaum muda yang memiliki bisnis (youngprenuer) dan pengusaha kecil menengah (enterpreneur). Kami berharap transfer knowledge yang diberikan dapat membantu masyarakat untuk merubah passion  mereka menjadi sebuah bisnis yang berkelanjutan dan mampu memberikan manfaat positif terutama dalam bidang keuangan keluarga dan masyarakat,” ujar Ben di Jakarta (25/04).

Pada kegiatan program “Bebas Berbagi” yang pertama ini, PT Finansial Wiramitra Danadyaksa  bekerjasama dengan DreamLab Indonesia, sebuah konsultan strategi bisnis bagi perusahaan yang baru berdiri (start-up) dan perusahaan yang bergerak di bidang retail. DreamLab Indonesia telah membantu perusahaan dalam mengembangkan materi edukasi yang akan digunakan dalam program “Bebas Berbagi”. Selain itu, perusahaan juga bekerjasama dengan MommiesDaily yang merupakan salah satu komunitas ibu terbesar di Indonesia, untuk merangkul ibu muda yang berencana atau yang sudah memiliki platform bisnis (mompreneur) dan ingin mengembangkan bisnis tersebut. Pada program “Bebas Berbagi” ini, para ibu akan dibekali dengan berbagai tips praktis untuk membangun fondasi bisnis dan manajemen keuangan yang kuat dan berkelanjutan. Selain itu mereka juga akan diberikan pengetahuan mengenai berbagai institusi keuangan yang dapat membantu mengembangkan bisnis mereka.

Ben menjelaskan, “Salah satu alasan kami menyasar kaum ibu karena kami melihat bahwa mereka memiliki peran yang besar terhadap keuangan keluarga dan perekonomian masyarakat. Hal ini didasari oleh data OJK yang menyebutkan bahwa 51 persen keuangan keluarga ditentukan oleh wanita. Namun masih banyak wanita Indonesia yang belum paham bagaimana mengelola keuangan rumah tangganya dengan benar. Bahkan data OJK menyatakan bahwa tingkat melek keuangan wanita Indonesia hanya 19 persen, masih di bawah pria sebesar 25 persen.”2

Rendahnya tingkat pendidikan dan sulitnya mendapatkan akses informasi keuangan menjadi faktor utama mengapa tingkat melek keuangan kaum wanita begitu rendah. Berangkat dari fakta inilah, program “Bebas Berbagi” yang pertama ini akan memberikan literasi keuangan guna meningkatkan pengetahuan wanita Indonesia dari sisi finansial, sehingga mereka mampu mewujudkan passion-nya dan berkontribusi terhadap perekonomian keluarga dan masyarakat.

Paulina Purnomo, salah satu pendiri DreamLab Indonesia mengatakan dari pengalaman yang didapatkan selama ini, banyak pelaku bisnis pemula yang tidak memiliki fondasi yang kuat dalam hal  manajemen dan keuangan, sehingga mereka menghentikan bisnisnya walaupun prospek bisnis yang dapat dicapai sangat bagus dan menjanjikan.

“Kerjasama ini merupakan langkah strategis sebagai bentuk kontribusi dalam mencerdaskan masyarakat terutama dalam menghadapi persoalan finansial, khususnya untuk para ibu muda,” tegas Paulina.




Notes: 
  1. Survei Nasional Literasi Keuangan OJK, 2013 pada Strategi Nasional Literasi Keuangan Nasional, halaman 12, Bab 2.5.
  2. Situs OJK, Bagian Data & Statistik : Promoting Financial Literacy through Life Cycle, 17 April 2014









- selesai -